Harga Uang Rp100 Ribu Plastik Tahun 1999 Laku Dijual Rp888 Ribu

Januari 19, 2024

Harga Uang Rp100 Ribu Plastik Tahun 1999 Laku Dijual Rp888 Ribu – Uang kertas kuno Rp100 ribu plastik th. emisi 1999 sementara ini sedang jadi sorotan dan jadi incaran para kolektor. Keberadaan uang kuno ini tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga memiliki energi tarik tersendiri bagi para pengagum numismatik.

Uang tersebut, yang terbuat dari bahan polymer atau plastik, kini di hargai cukup tinggi di pasar kolektor.

Keunikan Uang Kuno Rp100 Ribu Plastik Tahun 1999: Daya Tarik Bagi Kolektor

Langka dan Dicari Kolektor:

Uang kuno th. 1999 yang jadi pusat perhatian adalah uang kuno polymer/plastik Rp100 ribu Tahun Emisi (TE) 1999.

Keberadaan uang ini tambah menarik gara-gara di akui langka, menjadikannya objek buruan para kolektor.

Meskipun tidak ulang beredar sebagai alat pembayaran, uang ini memiliki nilai historis dan artistik yang di hargai oleh pengagum mata uang kuno.

Baca Juga: Tantangan Ekonomi Global di 2024 Versi Bank Dunia

Harga yang Bervariasi di Pasar:

Di lihat dari sumber-sumber yang berbeda, harga uang kuno tersebut bervariasi di pasar.

Di lebih dari satu platform e-commerce, uang kuno ini di jual dengan kisaran harga antara Rp110 ribu sampai Rp205 ribu. Bahkan, ada penawaran yang menggapai Rp888 ribu, membuktikan betapa tingginya minat kolektor terhadap uang tersebut.

Di area lain, harga bisa lebih terjangkau, berkisar antara Rp90 ribu sampai Rp115 ribu. Bahkan ada penjaja yang tawarkan harga lebih rendah, yakni Rp69 ribu.

Asal-usul dan Keistimewaan Uang Kuno:

Menariknya, uang kertas Rp100 ribu th. 1999 ini memiliki kelebihan gara-gara di cetak di Australia.

Proses cetaknya di tunaikan di Note Printing Australia (NPA), sebuah lembaga di bawah naungan Bank Sentral Australia, pada periode 1999.

Jutaan lembar uang pecahan Rp100 ribu di produksi dengan memakai teknologi canggih pada jaman itu, meningkatkan nilai artistik dan historisnya.

Uang kuno Rp100 ribu plastik th. 1999 sebetulnya sedang jadi primadona di kalangan kolektor.

Keberadaannya yang langka, asal-usul cetak di Australia, dan nilai artistiknya menjadikannya objek yang di minati. Harga yang bervariasi di pasar kolektor mencerminkan tingginya minat dan keinginan terhadap uang kuno ini.

Bagi para kolektor, memiliki selembar uang kuno tersebut bukan hanya sekadar kepemilikan, tetapi juga jadi bagian dari sejarah mata uang Indonesia yang patut di hargai.