IKAHI: Wadah Baru Hakim Perempuan Indonesia

Januari 18, 2024

IKAHI: Wadah Baru Hakim Perempuan Indonesia – Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) secara resmi udah di deklarasikan sesudah terbentuk pada tanggal 27 September 2023. BPHPI berada di bawah naungan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI).

“BPHPI terbentuk pada 27 September 2023 yang lalu, di mulai dari keikutsertaan delegasi para hakim perempuan Indonesia dalam International Association Woman Judges di Marrakesh, Maroko pada bulan Mei 2023.” Kata Ketum BPHPI Nani Indrawati dalam pidatonya di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2024).

Nani memberikan bahwa partisipasi delegasi hakim perempuan dalam forum association global woman judges (AIWJ) di Maroko bukanlah yang pertama kalinya. Dia menyatakan bahwa pas AIWJ di Maroko, delegasi Indonesia meraih kesempatan untuk menjadi pembicara pertama kali.

“Namun, keikutsertaan delegasi hakim perempuan pada bulan Mei yang lalu tidak serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain dari jumlah yang di tugaskan oleh Yang Mulia Ketua MA RI lebih banyak daripada sebelumnya. Konferensi di Maroko juga menjadi yang pertama kalinya perwakilan delegasi MA RI mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara dalam salah satu panel dalam konferensi tersebut,” ujarnya.

Sebuah konferensi udah mengungkapkan kepemimpinan hakim perempuan di Indonesia. Hasil paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta konferensi.

“Saya mendapat kesempatan mewakili Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) untuk memaparkan hasil survei perihal kepemimpinan hakim perempuan dalam badan peradilan Indonesia. Saat ini, saya mendambakan memberikan hasil survei tersebut yang di presentasikan dalam konferensi Asosiasi Hakim Wanita Indonesia (AIWJ). Telah terlihat respons yang sangat positif dari para peserta konferensi berkenaan hakim perempuan dalam peradilan di Indonesia. Mereka sangat terkesan dengan prinsip MA RI dalam mewujudkan keseimbangan gender dalam kepemimpinan badan peradilan di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Polda Banten Ringkus Tersangka Penipuan Proyek Besi Bekas Bernilai Rp 1 Miliar!

Wadah Baru Hakim Perempuan Indonesia

Dalam sebuah konferensi yang di adakan baru-baru ini, terbentuklah badan perhimpunan hakim perempuan Indonesia yang resmi dengan nama IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia).

Perwakilan dari beragam area di Indonesia ada dalam konferensi tersebut. Mereka saling sharing pengalaman dan mengetahui potensi yang di miliki oleh para hakim perempuan Indonesia. Konferensi ini juga menjadi salah satu awal dari permintaan mereka untuk memiliki wadah bersama.

IKAHI di inginkan dapat menjadi area bagi para hakim perempuan Indonesia untuk saling berinteraksi, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam menghadapi beragam isu yang berkenaan dengan hukum dan peradilan di Indonesia.

“Keikutsertaan kami dalam konferensi tersebut membuka kesadaran kami bahwa hakim perempuan memiliki potensi yang sangat besar, untuk berkontribusi dan mempercepat tercapainya keagungan badan peradilan yang kami cita-citakan bersama,” kata Nani.

“Di peristiwa ini, para delegasi hakim perempuan Indonesia merasa bercita-cita untuk memiliki wadah sebagai area untuk saling bertukar pengalaman. Serta saling menguatkan untuk menjadi figur hakim yang lebih baik yakni hakim perempuan yang profesional dan berintegritas,” ujar narasumber.

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin juga turut ada dalam deklarasi tersebut. Beliau memperlihatkan bahwa perempuan juga memiliki kebolehan untuk berkontribusi sebagai pemimpin di badan peradilan.

“Dalam dunia peradilan kami juga memiliki banyak srikandi peradilan layaknya Yang Mulia Inu Sri Widoyati, yang menjadi hakim agung pertama dalam peristiwa peradilan di Indonesia. Beliau di angkat menjadi hakim agung pada th. 1968,” kata Syarifuddin dalam pidatonya.

Dalam pembentukan Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (IKAHI), Mariana Sutadi yang pernah menjabat sebagai wakil ketua MA periode 2004-2008 juga di hadirkan. Menurut seorang narasumber, kebolehan kepemimpinan hakim perempuan tidak kudu di ragukan lagi.

“Maka kami patut bangga dikarenakan Yang Mulia Ibu Mariana Sutadi pernah menjadi pucuk pimpinan di MA sebagai Wakil Ketua MA muda di th. 2004-2008,” kata Syarifuddin.

“Semua itu memperlihatkan bahwa kepemimpinan hakim perempuan tidak kudu di ragukan lagi,” tambahnya.

Keberadaan hakim perempuan memegang fungsi mutlak dalam kemajuan instansi peradilan. Proses peradilan yang di dasarkan pada nilai keberagaman menambahkan nuansa tersendiri dalam mencapai prinsip keadilan.

“Kehadiran hakim perempuan dalam peristiwa peradilan Indonesia udah memperlihatkan bahwa ketegasan dan keberanian bukanlah hak cuma bagi laki-laki. Fakta memperlihatkan bahwa banyak hakim perempuan yang menjadi garda terdepan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Kehadiran mereka memiliki fungsi yang sangat mutlak dalam kemajuan instansi peradilan,” kata seorang narasumber.